art

Layanan pengurangan dampak Napza sudah sampai di Puskesmas

Dimuat Editor2 Jul 31st, 2009 dalam Kategori BERITA JOGJA, SOSIAL POLITIK. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Sebanyak dua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Jogjakarta telah dilengkapi dengan layanan pengurangan dampak buruk penggunaan Napza suntik yaitu dengan menyediakan terapi metadon. Dua Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Umbulharjo I dan Puskesmas Gedongtengen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogjakarta, Choirul Anwar mengatakan para pengguna Napza suntik dapat memanfaatkan terapi dari layanan pengurangan dampak buruk Napza secara cuma-cuma termasuk untuk mendapatkan Metadon.
“Penggunaan metadon tersebut untuk mengganti Narkoba suntik yang selama ini dikonsumsi oleh pengguna Narkoba. Konsepnya seperti memberikan permen kepada perokok yang ingin berhenti merokok,” kata Choirul Anwar, Kamis (30/7).
Choirul Anwar menerangkan, pusat layanan konsultasi tersebut  akan dilengkapi dengan dokter khusus yang memberikan konsultasi dan terapi kepada pengguna Narkoba yang ingin berhenti mengonsumsi Narkoba.
Sementara paramedis yang bertugas di tempat konsultasi tersebut bertanggung jawab memberikan Metadon dalam dosis yang tepat dan mengawasi penggunaanya oleh pecandu Napza suntik yang ingin sembuh.
Pengguna Narkoba harus teratur menggunakan Metadon agar mereka bisa cepat sembuh.
“Pada awalnya, kedua puskesmas itu sudah memiliki konsultasi untuk infeksi menular seksual yang kemudian dikembangkan menjadi tempat konsultasi napza suntik,” lanjutnya.
Jika program terapi Metadondi di  dua Puskesmas tersebut yang merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Komisi Penanggulangan AIDS, dan Badan Narkotika Kota Yogyakarta dengan HIV Cooperation Program for Indonesia (HCPI) berhasil, maka akan dikembangkan ke Puskesmas lain di Kota Jogjakarta.
“Kerja sama ini berlangsung lima tahun, tetapi akan dicabut sewaktu-waktu bila tidak berhasil,” kata Choirul Anwar.
Sementara itu, kasus HIV di Kota Yogyakarta hingga April 2009 mencapai 700 kasus, 244 di antaranya adalah kasus AIDS dengan ledakan kasus HIV Kota Yogyakarta mulai terlihat sekitar 2000-2002.
Pecandu Napza 2000-2008 capai 2000  orang
Di lain pihak, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Riswanto memperkirakan jumlah pecandu Napza suntik di Kota Jogyakarta dari tahun 2000 hingga 2008 sudah mencapai angka 2.000 orang. Terapi menggunakan Metadon bisa dilakukan di Puskesmas melalui tenaga penjangkau di masyarakat untuk mengajak para pengguna Narkoba suntik.
“Terapi menggunakan Metadon  sudah ada di RS dr Sardjito, tetapi tidak begitu banyak dimanfaatkan oleh pengguna Narkoba suntik, sehingga terapi itu dikembangkan ke Puskesmas agar lebih dekat kepada masyarakat,” ujar Riswanto.
Dijelaskan Riswanto, dibutuhkan waktu rata-rata sekitar 6-8 bulan bagi penggunan Narkoba suntik untuk bisa lepas dari Narkoba suntik. “Tetapi sangat tergantung dari lamanya seorang pengguna mengalami ketergantungan pada narkoba,” kata dia. (The Real Jogja/joe)

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau