art

Angka kematian ibu, bayi dan Balita DIJ turun

Dimuat Editor2 Jul 29th, 2009 dalam Kategori BERITA JOGJA, SOSIAL POLITIK. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Dinas Kesehatan Provinsi DIJ mencatat rendahnya angka kematian ibu, bayi dan Balita di DIJ. Pada tahun 2009 ini, angka kematian Ibu mencapai 104/100.000 kelahiran. Untuk bayi sebanyak 17/1000 kelahiran, dan Balita sebanyak 19/1000 kelahiran.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ, Daryanto Chadarie, mengatakan  angka kematian ibu di DIJ jauh lebih rendah daripada angka nasional. Bahkan, DIJ adalah provinsi terbaik dalam menakan angka kematian ibu. Secara nasional, katanya, angka kematian ibu sebesar 126/100.000 kelahiran.
“Faktor utama penyebab kematian ibu, bayi dan Balita adalah pendarahan, keracunan kelahiran, dan kekurangan zat-zat penting yang dibutuhkan pada masa kelahiran,” ujar Daryanto, Rabu (29/7) di kantornya.
Dengan rendahnya angka kematian ibu, bayi dan Balita tersebu , Dinas Kesehatan DIJ berani mempercepat target  jumlah  angka kematian ibu sebesar 102/100.000 kelahiran pada 2015 seseuai target program MDG’2 menjadi tahun 2013. Bahkan pada tahun 2013 tersebut, angka kematian ibu bisa ditekan lagi menjadi 100/100.000 kelahiran.
Angka kematian ibu turun
Daryanto Chadarie menerangkan angka kematian ibu pada 2005 sebasar 110/100.000 kelahiran, kemudian pada 2006, angka itu turun menjadi 107. Selanjutnya, pada 2007 angka kematian ibu menjadi 105.
Sementara, angka kematian bayi pada 2005 sebesar 109/1000 kelahiran. Tahun 2006 menurun menjadi 107/100.000. Pada 2007 serta 2008, tingkat kematian bayi turun menjadi 105/100.000.
“Sedang angka kematian Balita pada 2005 sebanyak 21/1000 kelahiran. Setahun kemudian, angka itu turun menjadi 20. Pada 2007 hingga tahun ini, angka kematian balita sebesar 17.
Untuk menekan angka kematian ibu, bayi dan Balita, Dinkes DIY mengupayakan sejumlah langkah, antara lain peningkatan kualitas pelayanan kelahiran, mengoptimalkan keberadaan pos kesehatan desa, serta meluncurkan gerakan balita sejahtera.
“Juga sudah disiagakan 27 Puskesmas di DIJ untuk melayani ibu hamil. Selain itu sejak 2007, Dinkes DIJ juga telah mengadakan program desa siaga di 200 dari 438 desa di DIY,” demikian Daryanto Chadarie. (The Real Jogja/Joe)

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau