Jika Anda ingin menyantap nasi yang model “setengah-setengah” yakni setengah nasi goreng dan setengah nasi masak (liwet) maka akan sangat tepat jika Anda pergi ke Jalan Taman Siswa (Tamsis) di Kota Jogjakarta untuk mencicipi Nasi Bakar Taman Siswa milik Herry Irmanto.
Penjual nasi bakar saat ini memang ada di beberapa tempat di Jogjakarta, namun Herry mengklaim dirinyalah yang pertama memperkenalkan keberadaan nasi bakar kepada masyarakat sekitar 3 tahun yang lalu.
Munculnya ide pembuatan nasi bakar Tamsis, menurut Herry Irmanto berawal dari keinginan dirinya untuk mengembangkan warung angkringan yang ia miliki di Pinggir Kali Code Kotabaru.
Setelah browsing di internet, Herry mendapatkan nama nasi bakar versi Pantura yang menunya mengandalkan ikan pepes dan aroma daun pisang yang khas. Berangkat dari nasi bakar Pantura tersebut, Herry mencoba untuk membuat modifikasi nasi bakar yang lain dengan terlebih dahulu melakukan survey untuk mengetahui sudah adakah nasi bakar di Jogjakarta. Ternyata, kata dia, belum ada nasi bakar yang di jual di Jogjakarta.
Herry pun membuat konsep nasi bakar baru yang diharapkan bisa menjadi ikon makanan khas Jogjakarta. Didapatkanlah nama Nasi Bakar Taman Siswa (Tamsis). Dipilihnya Jalan Taman Siswa oleh Herry berdasar pertimbangan jalan tersebut termasuk jalan yang cukup padat dan belum ada pedagang yang menjual nasi bakar.
Menurut Herry Irmanto, keistimewaan Nasi Bakar Taman Siswa ada pada mangkuk tanah yang digunakan dan, tentu saja, rasa nasinya.
Penggunaan mangkuk tanah untuk tempat nasi bakar ditujukan untuk menjaga panas sesuai yang diinginkan dan yang lebih penting memberi sensasi tersendiri yang diharapkan akan menjadi kenangan bagi pemberlinya.
Saat Jogjanews.Com mencoba memegang mangkuk tanah yang dipasang menutupi nasi bakarnya, terasa panas lumayan menyengat. Begitu mangkuk tanah diangkat, tercium aroma rasa khas nasi goreng ala Herry Irmanto. Menggugah selera.
Soal cita rasa nasi bakar ini, Herry yang asli Lampung ini menyebutnya sebagai cita rasa nasi goreng yanpa proses penggorengan. Bumbu nasi bakar seperti bumbu nasi goreng namun tidak digoreng. Selain itu, nasi bakar Tamsis menggunakan madu yang jarang digunakan nasi bakar di luar Jogjakarta yang umumnya menggunakan santan. Selain memanfaatkan madu, nasi bakar Tamsis juga diperkaya racikan susu kedelai.
Bagian yang sangat sulit untuk menjadikan nasi agar benar-benar bisa terbakar dengan aroma rasa yang diinginkan adalah mencari suhu panas api yang diinginkan. Biasanya Herry akan membutuhkan 3-5 menit untuk menyelesaikan pembakaran nasinya.
Penyajian
Nasi bakar Tamsis disajikan dengan menggunakan media tampah yang cukup memuat satu mangkuk nasi bakar yang telah diberi oseng-oseng tempe di atasnya. Penyajian nasi bakar menggunakan daun untuk menutupi panas nasi bakar. Di dalam tampah ini, selain nasi bakar juga ada ayam bakar yang ditaburi bawang goreng di atasnya. Ada lagi di sana aneka lalapan pemanis hidangan seperti irisan wortel, kol dan mentimun. Dan yang pasti, ada sambal kemanginya.
Herry Irmanto saat ini mempunyai 16 jenis nasi bakar yang nama-namanya dibuat dengan menggunakan nama-nama gaul. Ke-16 nama tersebut berasal dari lauk pauk yang dipakai untuk menemani nasi bakar misalnya ada nama Naskar (nasi bakar) Kintamani yang berisi nasi bakar dengan daging sapi bakar pedas. Ada juga Naskar USA yang berisi nasi bakar dengan usus plus ati. Selain itu ada Naskar GR Hemes atau nasi bakar dengan ayam goreng kreses.
Jenis nasi bakar yang sangat disukai pembeli terutama mahasiswa adalah nasi bakar Turkey, nasi bakar Pe’king dan Ronggolawe. Nasi bakar Turkey adalah nasi bakar dipadu dengan ikan tuna. Nasi bakar Pe’king adalah kombinasi antara nasi bakar ditambah daging ayam bakar saos lemon Peking. Sedangkan nasi bakar Ronggolawe adalah perpaduan nasi bakar dengan ayam bakar bumbu pecel.
Nama nasi bakar yang lain misalnya Naskar Tki, Naskar Besamel, Naskar Madu, Naskar Klasik, Naskar Donald, Naskar Dragonbale, Nskar UUD, Nskar Matabar, Nskar Darsik, Nskar Curam dan Nskar Pe’nyet.
Harga rata-rata per porsi Naskar di Tamsis berkisar Rp 8.000 – Rp 9.000. Harga tersebut sudah termasuk minuman standar, yaitu es the atau es jeruk.
Lokasi
Nasi Bakar Taman Siswa yang dibuka sejak 14 Agustus 2006 menempati lokasi penjualan di depan Pendapa Taman Siswa Jogjakarta, di Jalan Taman Siswa Kecamatan Umbulharjo.
Pembeli nasi bakar Taman Siswa terbanyak adalah mahasiswa, terlihat dari adanya lonjakan pembelian pada saat awal-awal perkuliah mahasiswa Jogja.
Herry Irmanto saat ini juga melayani partai besar yang biasanya dipesan untuk pernikahan, rapat dan acar lainnya. Pelanggannya saat ini banyak pula yang berasal dari luar kota.
“Sangat menjamin untuk masa depan,” ujar Herry Irmanto yang masih kuliah di FT UAD angkatan 2000 ini. (The Real Jogja/joe)












saya pemgin kerjasama buka nasi bakar di semarang .tempat dan fasilitas memadai .,kapan kita bisa ketemu saya sangat tertarik untuk kerjasama aku tunggu kbarnya alamat saya jl sisinga mangaraja no 7 candi -semarang tlp 085640179368 dengan Bp hery
pengin dech nyobain naskarnya kayanya uenaak ya palagi siang ini lum makan siang lapaaaarrr