Serok, sonthil, kukusan, enthong, keranjang bambu, besek, dan sejumlah peralatan dapur tradisonal lainnya itulah yang akan menjadi properti Jemek Supardi dalam pementasan terbarunya, besuk di di Pasar Seni Gabusan, Bantul.
Dalam keterangan pers via facebook disebutkan, Jemek akan mengawali pentasnya dengan sebuah ritual untuk menyelamatkan nilai-nilai tradisi yang semakin terdesak jaman.
Jemek bakal memerankan dirinya sebagai sang penjaga nilai tradisi. Di saat Jemek tengah melakukan sebuah upaya untuk mempertahankan nilai tradisi, tiba-tiba muncullah sang naga raksasa. Sang Naga berusaha mengejar Jemek, dan Jemek berusaha menaklukkannya.
“Naga raksasa saya gambarkan sebagai kekuatan besar yang akan mengusai dunia. Kekuatan besar itu akan menerkam apa saja yang menghalangi, termasuk segala hal yang berbau tradisi. Ini keprihatinan saya terhadap berdirinya banyak mall dan supermarket yang telah menggusur pasar tradisonal, dan saya tidak bisa apa-apa selain bicara melalui karya seni semacam ini, “ ungkap Jemek Supardi.
Pentas berjudul ‘Jemek Melawan Naga’ ini akan dilangsungkan 25 Juli 2009, mulai pukul 20.00 WIB, di Pasar Seni Gabusan, Bantul.
Melalui pentas ini Jemek Supardi akan mengusung tema yang menggambarkan perlawanan antara ekonomi kerakyatan, yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat, melawan kekuatan ekonomi global.
Naga besar yang akan ditampilkan dalam perfomans ini menjadi simbol kekuatan ekonomi global yang siap menancapkan kakinya untuk mengusai ekonomi dunia ketiga.
Dalam pertarungan ini Jemek akan menampilkan simbol, kekuatan ekonomi rakyat yang berbasis pada kekuatan kultur tradisi-lah yang mapu menaklukkan kekuatan sang naga (kekuatan ekonomi raksasa).
Dalam pentas kali ini Jemek akan berkolaborasi dengan kelompok ‘Angon Naga’ Patangpuluhan, yang akan melibatkan 25 anak. (The Real Jogja)









