Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito mempersiapkan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengantisipasi makin banyaknya pasien suspect flu babi yang dirawat di rumah sakit tersebut. PCR adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi indikasi flu babi di darah, lendir hidung dan lendir tenggorokan pasien.
Menurut Kepala Tim Penangganan Flu Burung dan Flu Babi RSUP dr Sardjito, dr Sumardi, PCR merupakan bantuan WHO yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan pusat sebagai upaya untuk secara dini mendeteksi pasien yang diduga terjangkit flu babi di Jogjakarta.
Keunggulan PCR adalah untuk mempercepat pelacakan indikasi H1N1 sebagai penyebab flu babi di laboratorium kesehatan dr Sardjito sehingga sampel darah serta lendir hidung serta tenggorokan pasien bisa langsung di periksa secepatnya.
”Alat tersebut sudah dikirimkan beberapa waktu lalu ke Jogjakarta sehingga dalam sepekan ini alat tersebut sudah diterima kemudian di fungsikan pihak rumah sakit untuk digunakan melayani pasien yang dirawat,” ungkap dr Sumardi, Kamis (23/7).
Kendati demikian, dikatakan dr Sumardi, perlu dimengerti untuk biaya operasioanal pemeriksaaan menggunakan alat PCR tersebut dalam satu kali tes uji labolatorium biayanya sebesar satu juta. Padahal sesuai prosedur tes kesehatan harus dilakukan sebanyak tiga kali yaitu tes sampel darah, tes sampel lendir hidung, dan tes sampel lendir tenggorokan.
”Tes tiga kali sudah menjadi standar, namun untuk beberapa waktu ke depan, apabila menggunakan PCR untuk uji lab, pasien masih bebas dari biaya yang dikenakan, terlebih untuk kasus-kasus tertentu,”terangya.
Dengan menggunakan PCR, lanjut dr. Sumardi, hasil uji lab sampel darah, sampel lendir hidung, tes sampel lendir tenggorokan yang telah dilakukan, pasien dapat diketahui terkena atau tidak virus H1N1 dalam waktu 24 jam.
Sementara itu, pasien suspect flu babi di RSUP dr. Sardjito pada Kamis (23/7) diketahui bertambah satu pasien, N, seorang ibu rumah tangga warga Sleman dan diketahui anaknya sudah masuk RS Sardjito sebelumnya.
”Hingga siang ini, total pasien suspect yang dirawat di Sardjito ada sebanyak 4 orang, sedangkan untuk total yang dirawat baik menjadi suspect atau sudah positif, semuanya 24 orang,” ungkap Sumardi.
Dari 24 pasien suspect flu babi yang dirawat di dr Sardjito , 3 di antara mereka ditetapkan positif terjangkit flu babi. (The Real Jogja/joe)









