Penyakit pneumokokus pembunuh Balita nomer satu

July 19th, 2009 | 20:14

Bayi dan anak di bawah lima tahun di Jogjakarta rentan terkena infeksi penyakit pneumokokus atau kelompok penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak.
Ada banyak hal yang menyebabkan infeksi pneumokokus bisa menyerang para bayi dan anak di bawah 5 tahun. Tingkat polusi udara yang tinggi akibat gas buang kendaraan dan rokok menjadi salah satu faktor pemicunya. Selain tingkat polusi yang tinggi, penyakit pneumokokus juga disebabkan tiga faktor utama. Yakni, pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi yang rendah, asupan gizi yang diberikan juga minim serta tidak dilakukan vaksinasi invasive pneumokokus disease (IPD) pada waktu bayi baru lahir.
“Angka pemberian ASI kepada bayi masih sangat rendah. Harga vaksin IPD juga masih cukup tinggi antara Rp 800-900 ribu untuk setiap kali melakukan vaksinasi,” kata anggota Asian Strategic Alliance for Pneumococal Disease (ASAP) Indonesia Dr Soeroyo Machfudz usai seminar ASAP Indonesia mencegah dan menyelamat anak-anak dari bahaya Pneumokokus di hotel Melia Purosani Yogyakarta, Sabtu(18/7).
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jogjakarta Roni Naning mengungkapkan, tahun 2008, prosentase kematian bayi akibat penyakit pneumokokus mencapai 17% sedangkan kematian anak balita mencapai 19%. Penyebab utamanya adalah Infeksi Respiratori Akut (IRA), termasuk di dalamnya pneumonia (sesak nafas).
“Dari data di rumah sakit Sardjito 2008, penderita pneumonia rawat inap terbanyak mencapai 38% yang 8,9% di antaranya meninggal dunia,” kata Roni yang juga menjabat sebagai Kepala Subbagian Respirologi Bagian IKA-FK UGM ini.
President of Asian Society of Pediatric Infectious Disease (ASPID) Prof Dr Sri Rezeki S Hadinegoro mengatakan pneumonia merupakan penyakit pembunuh nomer satu pada Balita. Oleh karena itu, ASAP di Asia akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIJ untuk memberikan vaksinasi terhadap anak. Selain itu juga memberikan advokasi kepada 250 dokter spesialis anak, dokter umum, tenaga kesehatan lain dan jurnalis kesehatan.
“Kami mengajak semua petugas dan penyuluh kesehatan, pemerintah di seluruh provinsi untuk bekerja sama dalam mencegah kematian balita akibat penyakit pneumokokus,” tuturnya. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 499 views
Tags : , , ,

One Response to “Penyakit pneumokokus pembunuh Balita nomer satu”

  1. din says:

    di jombang jatim saat ini relatif aman. namun penting juga kiranya dilibatkan langsung untuk program PENCEGAHAN penyakit pneumokokus pada balita. di jombang juga ada tim DKR (dewan Kesehatan Rakyat) yang telah diresmikan oleh fadlilah supari. kooordinator jombang adalah abd muhaimin 0321 6133369

Leave a Reply