Bentara Budaya Pamerkan Lukisan Batik Anak
July 18th, 2009 | 02:03
Bentara Budaya Yogyakarta, sejak 16-19 Juli ini menjadi tempat Pameran Lukisan Batik Canting Club Anak yang ada di Yogyakarta.
Dua kelompok lukisan batik canting anak-anak yaitu Chanthing Club Giriloyo dari Imogiri Bantul serta Chanting Club Timoho Kota Yogyakarta berkesempatan memamerkan keahlian membuat lukisan dari bahan warna membuat batik dalam pameran yang bertajuk “Dunia Harapan” tersebut.
Keahlian yang tidak bisa begitu saja didapatkan oleh anak-anak dari dua kelompok canthing tersebut untuk menghasilkan karya-karya imajinatif yang bagus. Pengasuh dua klub canthing anak-anak tersebut, Mami Kato, ditemui di arena pameran mengatakan anak-anak dari kelompok canthing Giriloyo yang telah eksis sejak 2006 telah berhasil sedikit demi sedikit keluar dari motif batik tradisional yang telah dilestarikan oleh orang tua mereka. Mereka kemudan membuat lukisan-lukisan tentang dunia nyata yang dipandang dari sisi anak.
“Beberapa anak dari kelompok Canthing Giriloyo juga telah terampil melakukan penyampuran (celup) warna untuk membuat batik. Padahal pada pembatik di Giriloyo tidak banyak yang mampu membuat campuran bahan lukis batik tersebut,” kata Mami Kato yang warga negara Jepang ini.
Sedangkan mengenai Club Canthing Timoho, menurut Mami Kato, berdiri setengah tahun lalu. Anak-anak di kelompok ini berhasil melukiskan perkembangan jaman di kota besar seperti Yogyakarta ke dalam lukisan-lukisan mereka.
Namun bukan berarti mengajari anak-anak dari Timoho merupakan hal mudah. Untuk mengajak anak-anak ini melukis canthing, Mami Kato harus berhadapan dengan orang tua yang belum banyak tahu tentang kegiatan melukis canthing untuk anak-anak mereka.
“Bahkan saat kita ajak anak-anak mereka , ada orang tua yang meminta uang terlebih dahulu,” ungkap Mami Kato.
Bagi Mami Kato, mengajari anak-anak dari kelompok Canthing Timoho bukan hal yang terlalu sulit, misalnya dibandingkan dengan anak-anak Imogiri yang punya tradisi motif batik.
“Meskipun belum lancar menggunakan canthing karena memang mulai dari nol, saya yakin tiga tahun lagi mereka tidak kalah dengan anak-anak dari Giriloyo,” kata Mami Kato. (The Real Jogja/joe)
Share on Facebook
Tweet
Category : HEADLINE, pameran | 630 views
Tags : batik, Jogja, TBY










