UGM kekurangan dana penelitian

July 17th, 2009 | 20:51

Sebagai universitas tertua di Tanah Air, Universitas Gadjahmada masih menghadapi banyak persoalan. Salah satu persoalan yang saat ini dihadapi UGM adalah minimnya dana untuk kegiatan penelitian yang dilakukan dosen atau mahasiwa universitas negeri tersohor di Tanah ASir.
Menurut Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UGM Wisnu Nurcahyo, angka ideal untuk mendanai pelaksaan penelitian sekitar Rp 1,2 triliun. Namun UGM tidak mempunyai dana sebesar itu sehingga penelitian UGM masih tertinggal dengan negara lain terutama untuk penelitian yang berbiaya mahal seperti riset robot. Sementara untuk jumlah peneliti di UGM termasuk yang paling banyak di tanah air yaitu mencapai 2380 orang.
“Karena kekurangan dana,maka penelitian di UGM jauh tertinggal bila dibandingkan dengan di negara lain. Rp 500 miliar pun tidak akan cukup untuk mendorong penelitian hi tech seperti biology dan robotic,” ujar Wisnu Nurcahyo.
Dijelaskan Wisnu Nurcahyo, dana penelitian yang ada saat ini dimanfaatkan untuk pembelian alat penelitian baru,perawatan alat penelitian. Saat ini prioritas penelitian yang dilakukan UGM adalah bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.
Dari tahun ke tahun sebenarnya dana penelitian yang didapatkan oleh UGM baik melalui Dirjen Dikti maupun pihak swasta cukup banyak dan selalu meningkat. Pada tahun 2006 yang lalu dana penelitian yang dimiliki UGM sebanyak 10 M. Dana penelitian 2007 sebanyak 31 M sementara 2008 mencapai Rp.41 M.Sementara untuk jumlah penelitian yang telah dilakukan per tahun bisa mencapai 600 penelitian yang dilakukan dosen yang diwajibkan dibantu mahasiswa. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 187 views
Tags : ,

Leave a Reply