Entri data hasil perhitungan manual Pilpres 2009 Kota Yogyakarta ke sistem informasi penghitungan suara (Situng) milik KPU Pusat mengalami masalah. Hasil Pilpres di form pencatatan manual tingkat kecamatan yang dikirimkan ke KPU Kota Jogja tidak sama dengan perhitungan komputer. Akibatnya, operator terpaksa mencari satu per satu kesalahan penulisan hasil Pilpres di tingkat kelurahan.
“Kami harus memvalidasi entri data yang sudah dimasukan dengan rekap manual di tingkat klurahan dan kecamatan. Ternyata banyak yang tidak cocok. Akibatnya harus dilakukan pengecekan satu per satu dari tingkat kelurahan,” kata operator entri data hasil perhitungan manual Pilpres 2009 KPU Jogja, Sumar, kepada wartawan, Jum’at (17/7).
Situng merupakan sistem perhitungan hasil pemungutan pengganti Short Message Service (SMS) KPU yang tidak berjalan dengan baik. Data yang dimasukan melalui sistem ini adalah hasil final dan resmi. Karena telah ditandatangani oleh saksi, KPPS, PPS dan PPK serta telah ditetapkan KPU kota Jogja.
Cara entri datanya adalah memasukan data tingkat kelurahan ke halaman web yang sudah disiapkan dalam server KPU pusat. Setelah selesai maka dicocokan dengan form manual, apakah sama atau tidak.
Atas kendala tersebut, menurut Sumar, dirinya harus ekstra hati-hati dalam memvalidasi entri data yang dilakukan. “Jangan sampai hasil di form pencatatan di tingkat kecamatan tidak sama dengan penghitungan di komputer. Ya terpaksa mencari satu per satu letak kesalahan sehingga jumlah perolehan tidak berbeda antara yang di form dan di komputer,” ujar Sumar.
Anggota KPU Jogja Aan Kurniasih menambahkan data yang dikirimkan ke KPU pusat dalam bentuk soft copy. Sedangkan hard copy-nya akan dikirimkan ke KPU provinsi dan kemudian akan dikirimkan ke KPU pusat.
“Kami di-deadline, entri data hasil Pilpres rampung sebelum rapat pleno KPU pusat pada 24 Juli 2009,” kata Aan. (The Real Jogja/joe)









