Sleman bersiap hadapi kekeringan
July 13th, 2009 | 21:21
Pemkab Sleman segera bersiap menghadapi datangnya musim kemarau yang akan mendatangkan dampak kekeringan di wilayah tersebut. Direncanakan beberapa SKPD serta instansi lain akan melakukan koordinasi teknis maupun non teknis bersama pada Kamis (16/7) mendatang untuk membicarakan antisipasi kekeringan di Kabupaten Sleman pada musim kemarau ini. Rapat koordinasi akan dilakukan di Balai Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan.
Press release yang dikeluarkan Bagian Humas Pemkab Sleman menyebutkan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Dinas Pengairan Pertambangan dan Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Sleman Singgih Sudibyo mengatakan dalam rapat koordinasi nanti akan diundang beberapa SKPD seperti Dinas Kimpraswilhub, Dinas Pengairan Pertambangan dan Penanggulangan Bencana Alam, PDAM serta Balai Besar wilayah Sungai Serayu Opak.
“Rapat tersebut untuk membicarakan droping air serta manajemen pengelolaan air di musim kemarau ini,” kata Singgih.
Singgih Sudibyo menerangkan beberapa wilayah di Prambanan saat ini telah mendapatkan aliran air bersih yang dikelola organisasi pengelola air (OPA) yang diambil dari beberapa sumber air bersih seperti dari Majasem Bokoharjo, Sumber air di Bleber serta dengan pembuatan sumur bur.
“Dengan suplai air yang dikelola oleh OPA tersebut ternyata mengurangi permintaan droping air oleh masyarakat,” ujar Singgih.
Beberapa wilayah di Kabupaten Sleman yang rawan kekeringan seperti Kecamatan Prambanan serta Gamping tercukupi kebutuhan air bersinya dari dari organisasi pengelola air tersebut sehingga terjadi penurunan permintaan droping air.
Pada tahun lalu sebanyak 850 tanki air yang disediakan untuk 2 wilayah oleh Dinas P3BA tersebut hanya terambil 521 tanki. Sementara untuk tahun 2009ini pada tahun 2008 lalu dari 850 tangki air yang disediakan ternyata permintaan droping air hanya 521 tangki. Sementara untuk tahun 2009 ini Dinas P3BA telah menyiapkan 375 tangki air untuk memenuhi permintaan droping air oleh masyarakat.
Hingga Juli ini, belum ada permintaan droping air dari masyarakat wilayah Kecamatan Prambanan. Namun diperkirakan pada bulan Agustus nanti permintaan droping air oleh masyarakat akan meningkat mengingat pada bulan Agustus nanti adalah perkiraan puncak kekeringan.
Sementara untuk wilayah Kecamatan Gamping ada dua desa yang rawan kekurangan air bersih yaitu Desa Balecatur dan Desa Ambarketawang. Di dua desa ini terdapat 6 pedukuhan yang harus diantisipasi bila terjadipuncak kekeringan. (The Real Jogja/joe)
Share on Facebook
Tweet
Category : BERITA JOGJA | 191 views
Tags : antisipasi kekeringan, Sleman










