Walaupun sudah ada kasus suspect flu babi di YOgyakarta, namun hal tersebut belum mempengaruh dunia pariwisata. Minat wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri masih tetap tinggi. Pembatalah kedatangan wisatawan sejauh ini juga belum terjadi.
Sekretaris Badan Promosi Pariwisata kota Yogyakarta (BP2KY) Deddy Pranowo Eryono mengatakan daya tarik Yogyakarta masih sangat besar, sehingga dipastikan bisa menghipnotis para wisatawan untuk datang kemari.
“Melihat daya tarik Yogyakarta yang sangat besar, dan kita menggencarkan promo keluar negri, termasuk Singapura dan Malaysia, ternyata minat dan respon mereka untuk ke Yogyakarta sangat luar biasa,” kata Deddy Pranowo.
Ditambahkan Deddy Pranowo Eryono, dari sisi penjadwalan kedatangan wisatawan, hingga saat ini tidak terjadi pembatalan kedatangan mengingat kunjungan wisatawan khususnya wisatawan asing biasanya telah dirancang 2-3 bulan sebelumnya.
“Asalkan pemerintah Indonesia itu menjaga segi keselamatan dan keamanan bagi semua masyarakat, maka pasti mereka akan tetap mau berkunjung kemari’terangnya.
Deddy Pranowo mendesak ketegasan pemerintah agar meminimalisir kasus flu babi yang ada di Indonesia pada umumnya.
“Agustus dan September itu biasanya wisatawan dari Eropa dan Jepang datang kemari, karena musim liburan. Jadi kitapun harus tetap waspada untuk mengantisipasi adanya penularan flu babi. Tak lupa menjaga kesehatan, lingkungan dan pemerintah juga memberlakukan pemeriksaan yang lebih ketat, ” kata sekretaris PHRI Yogyakarta ini. (The Real Jogja/joe)









