art

Versi quick count, SBY-Boediono menang satu putaran

Dimuat Editor Jul 9th, 2009 dalam Kategori SOSIAL POLITIK. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Pasangan Capres dan Cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY-Boediono) memimpin dalam perolehan suara sementara hasil pemilihan presiden yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Kamis ini.
Bahkan hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan sejumlah lembaga survei menyebutkan, pasangan SBY-Boediono sebagai pemenang Pilpres 2009. Pasangan ini memenangi Pilpres dalam satu kali putaran.
Pelaksanaan pemungutan suara di Tanah Air, Rabu (8/7), secara umum berlangsung dalam suasana yang relatif kondusif. Meskipun begitu, seperti dikutip JogjaNews.Com dari solopos.co.id, sejumlah pelanggaran masih mewarnai pelaksanaan pemungutan suara.
Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menempatkan SBY-Boediono unggul 60,28%, sedangkan pasangan Mega-Prabowo hanya memperoleh suara 27,40%, dan JK-Wiranto dengan 12,32%. Data LP3ES itu dihasilkan dari penghitungan suara di 1.890 TPS atau sekitar 94,45% dari total TPS yang menjadi sampel data LP3ES di seluruh Indonesia.
Direktur LP3ES, Suhardi Suryadi, memprediksi Pilpres berlangsung satu putaran. Menurut dia, pasangan SBY-Boediono mendapat dukungan tertinggi melampaui separuh dari 90% TPS jumlah pemilih secara nasional.
Sementara Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan SBY-Boediono sebagai peraih suara terbanyak dengan jumlah dukungan 60,85%, diikuti Mega-Prabowo dengan 26,56% suara, dan pasangan JK-Wiranto 12,59% suara. Hasil hitung cepat LSI didapat dari hasil penghitungan suara TPS yang menjadi sampel LSI yang masuk sudah sebesar 99,34%.
Angka yang tidak jauh berbeda juga dihasilkan dari hitung cepat Center for Indonesia Regional and Urban Study (CIRUS) hingga pukul 16.45 WIB atau 99,9% menunjukkan SBY-Boediono berhasil meraih 60,20% suara, Mega-Prabowo 27,49%, dan JK-Wiranto 12,31%.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA juga memastikan Pilpres satu putaran dengan pemenang adalah SBY-Boediono.
LSI menyatakan SBY-Boediono mendapat suara di atas 60,15%, Mega-Prabowo di atas 27,36%, dan JK-Wiranto sekitar 12,49%. Penyebaran suara di masing-masing provinsi juga diperlihatkan, dan SBY-Boediono meraih suara di atas 50% di banyak provinsi.
Demikian juga Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) merilis hasil penghitungan cepat yang mereka lakukan menempatkan SBY-Boediono dengan 57,95%. Kemudian berturut-turut Mega-Prabowo dengan 28,16% dan JK-Wiranto dengan 13,89%.
Sementara Lembaga Riset Informasi (LRI) dalam quick count-nya menyebutkan, SBY-Boediono mendapatkan 61,11%, Mega-Prabowo 27,02%, dan JK-Wiranto 11,87%. Syarat Pilpres satu putaran adalah bila salah satu calon mendapatkan suara 50% dengan persebaran di 17 provinsi.
Capres Megawati kemarin menggunakan hak pilihnya di TPS 26, Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan. Mega ditemani anak-anak dan menantunya datang pukul 09.20 WIB. Sementara pasangannya, Prabowo, mencontreng di TPS 01, Kampung Gombong, Desa Bojong Koneng, Bogor.
Sementara JK bersama isteri, Mufidah Jusuf Kalla, mencontreng di TPS 19, Menteng, Jakarta Pusat. JK juga disertai cucu-cucunya. Pasangan JK, Wiranto, mencontreng di TPS 14 yang berlokasi di SD Bambu Apus 03/06 Pagi, Cipayung, Jakarta Timur. Sedangkan SBY mencontreng pada pukul 11.00 WIB di TPS 03 Cikeas, Bogor. Sementara pasangannya, Boediono, menggunakan hak pilihnya di TPS 96, Dusun Pik Gondang, Desa Condongcatur, Sleman.
Kondusif
Pada bagian lain, kondisi keamanan pada pelaksanaan pemungutan suara kemarin relatif kondusif. Terkait logistik, KPU mengakui ada persoalan di sebagian daerah di Papua. ”Sudah semua. Kecuali yang di Yahukimo dan Timika, dan apa gitu. Pokoknya ada tiga. Itu hambatannya, terlambat karena cuaca. Sama dengan Pemilu legislatif yang lalu. Informasinya ada 90 distrik di Yahukimo,” ujar Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.
Selain itu, surat suara yang dikhawatirkan kurang karena kebijakan penggunaan KTP juga tidak terjadi. Ada sedikit masalah di Pemalang, Jateng namun bisa diatasi. ”Secara keseluruhan, tidak ada hambatan yang berarti. Kecuali di Pemalang, Jateng. Jumlah pemilih tidak terdaftar, melebihi persediaan surat suara kita sekitar 2.000 orang,” imbuhnya.
Sementara untuk perhitungan ulang Pemilihan legislatif di tiga kabupaten di Indonesia, hanya Nias Selatan, Sumatra Utara yang bisa dilaksanakan bersamaan dengan Pilpres. Sedangkan kabupaten lainnya yaitu Rokan Hulu, Riau akan dilaksanakan tanggal 16 Juli 2009 karena tidak siap. Sedangkan untuk Kabupaten Yahukimo, Papua belum ada kepastian karena logistik masih belum terdistribusi merata.
Terkait penggunaan KTP untuk mencontreng, mendapat respons warga. Hingga kini KPU belum mendapatkan data resmi berapa pengguna KTP ini. Namun laporan sementara, di setiap TPS setidaknya terdapat dua hingga lima orang pemilih yang menggunakan KTP.
Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, di Maluku yang menggunakan KTP untuk mencontreng bisa sampai 20 orang per TPS. Dari Semarang dilaporkan, KPU Kota Semarang memperkirakan sekitar 1.900 warga setempat mengikuti pemungutan suara Pilpres 2009 menggunakan KTP. ”Data ini sesuai dengan perkiraan KPU Kota Semarang tadi malam, bagi warga yang tidak terdaftar DPT,” kata anggota KPU Kota Semarang, Henry Wahyono. Sementara dalam pantauannya, Bawaslu juga banyak menemukan DPT bermasalah. Ini misalnya terjadi di TPS 024, Tomang, Jakarta. (The Real Jogja)

Categories: SOSIAL POLITIK
Tags: , , ,

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau