art

Penumpang KA selama liburan naik 30-70 persen

Dimuat Editor Jul 9th, 2009 dalam Kategori EKONOMI BISNIS JOGJA, Jogja. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Selama musim liburan sekolah ini, penumpang kereta api yang menggunakan jasa semua jenis kereta api di wilayah Daops VI DIJ-Jateng mengalami kenaikan penumpang mencapai 30-70 persen.
Menurut keterangan pejabat Humas PT KAI Daops VI DIJ-Jateng Eko Budiyanto, tingkat penumnpang dalam 1 bulan terakhir mengalami peningkatan cukup besar dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Diperkirakan peningkatan tersebut akan terus berlangsung hingga lebaran tahun ini mengingat saat ini sudah mendekati Bulan Puasa.
Kenaikan penumpang hingga 30 persen terjadi pada kereta api jenis eksekutif seperti Taksaka, Argadwipangga, dan Argolawu. Peraturan di kereta api eksekutif yang tidak memperbolehkan ada penumpang berdiri membuat pemesanan tiket untuk KA jenis eksekutif semakin banyak.
”Sampai kami harus kewalahan, beberapa kali teman-teman wartawan menanyakan apakah ada tiket untuk kelas eksekutif, terpaksa tidak bisa diberikan,” ujar Eko.
Sementara itu, kenaikan hingga 70 persen terjadi pada kereta api jenis bisnis dan ekonomi. Untuk jenis Prameks kenaikan selama liburan ini mencapai 100 persen.
Hal lain, mulai Agustus tahun ini tuslah (tarif khusus) untuk kereta api jenis eksekutif yang melintas di Daops VI akan dihapus. Menurut Eko Budiyanto, penghapusan tersebut dilakukan pada pelayanan pemberian makanan dan minuman dalam usaha untuk lebih mengembangkan keberadaan restoran KA yang ada di dalam kereta api eksekutif. Tuslah memang sengaja dihapus karena melihat situasi dan kondisi di kereta api eksekutif di mana banyak penumpangnya yang tidak memanfaatkan makanan dan minuman yang disediakan PT KAI dengan tidak menyentuh makanan itu sama sekali sehingga mubazir
Hal tersebut disebabkan penumpang ada yang sudah makan terlebih dahulu, atau menu makan yang diberikan dirasakan tidak cocok.
”Tuslah memang sengaja dihapus agar bisa menghidupkan restoran-restoran yang ada di KA eksekutif. Penghapusan tuslah pun tidak membuat rugi PT KAI,” jelas Eko. (The Real Jogja/joe)

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau