Pemkot sudah maksimal bantu Jogja Fish Market

July 8th, 2009 | 21:08

Persoalan sepinya pengunjung Jogja Fish Market kembali muncul ke permukaan. Untuk kali kesekian pengelola Jogja Fish Market mengeluhkan tidak adanya bantuan promosi dari Pemkot Yogyakarta terhadap Jogja Fish Market agar lebih dikenal masyarakat padahal Permintaan bantuan promosi tersebut bahkan sudah disuarakan sejak tahun lalu.
Menanggapi keluhan dari pengelola Jogja FIsh Market tersebut, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto mengatakan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dengan PT Bumi Harapan Umat selaku pengelola Jogja Fish Market yang juga pihak ketiga dari perjanjian tersebut, maka pihak ketiga itulah yang harus bertanggung jawab atas promosi keberadaan Jogja Fish Market termasuk juga sisi pengembangannya.
“Kalau sekarang sepi ya jangan salahkan Pemkot. Ini kan kerja sama, mereka (PT Bumi Harapan umat) dong yang bertanggung jawab mempromosikan. Kita (Pemkot) kan hanya membantu,” kata Herry Zudianto, Rabu (8/7).
Menurut Walikota, Pemkot juga sudah berusaha untuk membantu mempromosikan pasar ikan higienis tersebut. Misalnya menghimbau kepada dinas/instansi pemerintahan menggelar kegiatan pertemuan di Jogja Fish Market. Karena selain pasar ikan, tempat itu dilengkapi dengan resto, gedung pertemuan, ruang rapat, tempat pemancingan, tempat bermain anak, kolam renang anak, dan panggung pertunjukan.
“Itu saya rasa sudah lebih dari cukup, mengingat hubungan kami dengan pengelola sifatnya adalah kerjasama,” ujar Herry.
JFM sendiri mulai dibangun pada 2004-2005. Biaya pembangunan berasal dari APBN sebesar Rp 6 miliar dan APBD Kota Yogyakarta sebesar Rp. 620 juta.
Pasar ikan yang dibangun di atas lahan seluas 8.460 meter persegi ini secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta oleh Wakil Gubernur Propinsi DIY Sri Paduka Pakualam IX kepada Walikota Yogyakarta Herry Zudianto pada Februari 2007 dulu.
Pada Oktober 2007, Walikota mengeluarkan SK tentang kerjasama pengelolaan aset daerah dengan sistem imbal kelola kepada PT Bumi Harapan Umat untuk mengelola JFM. Dan pada 22 Desember 2007, Jogja Fish Market mulai beroperasi.
Dalam kesepakatan perjanjian, PT Bumi Harapan Umat dibebani dua model kontribusi yang harus diberikan kepada pemkot Yogyakarta yakni tetap dan variabel. Kontribusi tetap yang diberikan kepada pemkot jumlahnya antara Rp25-45 juta/tahun. Sedangkan, kontribusi variabel, pemkot mendapatkan 25% dari laba bersih. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 197 views
Tags : , ,

Leave a Reply