DIY kekurangan PMR tingkat SD
July 7th, 2009 | 17:45
DIY saat ini termasuk provinsi yang masih mengalami kekurangan personel Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Mula atau tingkat SD/MI. Dari 5 kabupaten/kota yang berada di provinsi DIY, hanya di Kota Yogyakarta dan Bantul yang berkembang.
Kota Yogyakarta hanya mempunyai 9 kelompok dan Bantul 3 kelompok PMR mula.
Menurut Kepala Kantor PMI DIY Haris Eko Yulianto, beberapa kabupaten saat ini memang sama sekali belum mempunyai kelompok PMR mula yaitu Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul. Namun begitu daerah-daerah tersebut sudah mulai melakukan perintisan kelompok PMR mula yang dilakukan di tingkat SD.
“Walaupun belum resmi mempunyai kelompok PMR mula, namun sudah ada SD perintis kegiatan PMR mula seperti di Sleman sudah ada 5 SD, Kulonprogo 1 SD dan Gunungkidul 5 SD,” kata Haris, Selasa (7/7).
Haris Eko Yulianto menjelaskan idealnya dari seluruh jumlah penduduk di DIY, 5 persennya menjadi anggota PMR di semua tingkat namun kenyataannya saat ini, jumlah PMR mula di DIY masih sangat minim.
Sementara itu, untuk tingkat PMR madya (SMP) dan PMR Wira (SMU), semua kabupaten/kota di DIY sudah mempunyai kelompoknya dengan jumlah relatif banyak.
Dari data yang dikemukakan Haris Eko Yulianto, untuk PMR madya di Kota Yogyakarta terdapat 33 kelompok, Bantul 22 kelompok, Sleman 7, Kulonprogo 5 dan Gunungkidul 5 kelompok. Untuk PMR Wira, Kota Yogyakarta mempunyai 35 kelompok, Bantul 13 , Sleman 5, Kulonprogo 2 dan Gunungkidul 5 kelompok. (The Real Jogja/joe)
Share on Facebook
Tweet
Category : BERITA JOGJA | 255 views
Tags : BERITA JOGJA, PENDIDIKAN, PMR










