Pemilih pemula diminta tidak Golput
July 5th, 2009 | 01:32
Pemilih pemula yang akan mengikuti Pilpre-Wapres merupakan sasaran strategis yang perlu diperhitungkan oleh tim kampanye dari masing-masing pasangan Capres-Cawapres untuk mendapatkan suara.
“Pemilih pemula sangat strategis keberadaannya karena mereka belum dipengaruhi oleh politik apapun,” kata Ketua Penyelenggara Workshop Penguatan Pemilih Pemula, Miftahul Alvin, di Yogyakarta, Sabtu (4/7).
Miftachul Alvin menerangkan potensi pemilih baru tersebut harus mampu dimanfaatkan oleh Parpol atau tim kampanye Capres-Cawapres dengan memberikan pemahaman
konsep visi misi mereka kaap pemilih pemula. Secara jumlah,pemilih pemula untuk Pilpres ljuga mengalami peningkatan pemilih dibandingkan Pileg kemarin.
“Peningkatan jumlah pemilih pemula cukup banyak mencapai 1000-1500 pemilih,” kata Mantan Ketua KPU Kota Yogyakarta tersebut.
Miftachul Alvin mengatakan, pemilih pemula jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnya atau Golput dalam pemilu presiden mendatang mengingat Pilpres saat ini adalah kesempatan krusial untuk menentukan nasib bangsa pada 5 tahun mendatang. Golput memang sebuah pilihan tapi bukan merupakan solusi bagi masa depan bangsa Indonesia selama 5 tahun ke depan.
“Jika memilih golput, maka kita tidak akan memiliki hak untuk mengkritisi para pemimpin yang terpilih. Lain halnya jika kita menjadi pemilih, maka kita mempunyai hak untuk menuntut,” kata Alvin.
Ia menyatakan dalam pemilu presiden mendatang, pemilih pemula tidak dihadapkan pada kerumitan teknis memilih seperti pada pemilu legislatif lalu.
“Jadi sebenarnya, pemilih pemula itu akan lebih mudah dalam menentukan pilihan. Hanya saja, mereka masih perlu mendapatkan bimbingan tentang bagaimana menentukan pilihan dengan rasionalitas mereka,” katanya. (The Real Jogja/joe)
Share on Facebook
Tweet
Category : BERITA JOGJA, HEADLINE, SOSIAL POLITIK | 419 views
Tags : berita, Golput, Yogyakarta










