art

Tim Kampanye Mega-Prabowo serta JK-Wiranto DIY bersatu

Dimuat Editor Jul 3rd, 2009 dalam Kategori BERITA JOGJA, SOSIAL POLITIK. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Koalisi besar partai politik di DIY yang mengusung pasangan Mega-Prabowo serta JK-WIN sepakat mengamankan suara serta mengawal pelaksanaan Pilpres. Ada 4 partai politik yang bergabung dalam koalisi besar BIY tersebut yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai Hanura.
Koalisi besar partai politik yang beranggotakan tim pemenangan lintas calon ini siap membuka kedok kecurangan dan kejahatan selama berlangsungnya pesta demokrasi.
Beberapa pernyataan sikap tim koalisi besar tersebut disuarakan oleh ketua dewan pengurus wilayah/daerah Parpol pendukung Mega-Prabowo serta JK-Wiranto, antara lain Djuwarto mewakili PDI Perjuangan, Gandung Pardiman dari Golkar, Heri Winarto dari Gerindra dan Joko Prabowo Saebani dari Hanura di Pendhopo Taman Siswa Kota Yogyakarta, Jumat (3/7).
Menurut Djuwarto, kecurangan Pilpres di DIY mulai terungkap. Pihak PDIP bahkan telah menemukan 40 nama, dengan tanggal lahir berikut alamat yang sama, atas nama Suharyadi dari Bantul dan tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT).
“Ini salah siapa? Yang jelas ini urusannya KPU sebagai pihak penyelenggara,” ujar Djuwarto.
“Carut marut DPT ternyata kembali diulang KPU. Kondisi tersebut jelas menciderai pesta demokrasi yang telah ditunggu lima tahun sekali,” tambah Djuwarto.
Hal yang sama juga diutarakan Gandung Pardiman. Menurutnya Ketua DPD Golkar DIY tersebut, pelaksanaan Pilpres harus diamankan dari pihak-pihak yang ingin menang namun telah menggunakan cara tidak halal.
“Kalau perlu kita sepakat dengan Pak Din (Din Syamsudin, Ketua PP Muhammadiyah) agar Pilpres ditunda, karena membenahi DPT saja tidak bisa,” ujarnya.
Untuk itu, koalisi besar harus ditegakkan. Tidak hanya dalam jajaran parlemen, juga dalam tingkat eksekutif di seluruh Indonesia. Koalisi ini juga harus mampu menegakkan panji-panji demokrasi Indonesia. “Sekarang ini banyak musang berbulu domba, jadi harus hati-hati,” katanya.
Koalisi besar DIY ini juga bersepakat untuk mendirikan Posko bersama guna mengawal jalannya Pilpres 8 Juli 2009 dari kecurangan untuk menjatuhkan pasangan Mega-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. (The Real Jogja/joe)

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau