Meskipun beberapa lokasi tempat kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta sangat ramai dikunjungi wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri, namun Pemkot Yogyakarta tidak mendapatkan pendapatan secara langsung dari banyaknya pengunjung di beberapa lokasi wisata tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Yogyakarta, Hadi Moechtar, beberapa tempat kunjungan wisata tersebut adalah Kraton Yogyakarta serta Kebun Binatang Gembiraloka. Pendapatan yang diperoleh dari tiket masuk Kraton Yogyakarta menjadi hak Kraton Yogyakarta. Sementara pendapatan dari tiket masuk Gembiroloka adalah hak milik yayasan pengelola Gembiraloka.
Pemkot Yogyakarta memang tidak secara langsung memperoleh pendapatan dari Kraton ataupun Gembiraloka. Namun secara tidak langsung masyarakat Kota Yogyakarta yang berada di dekat kraton bisa terbantu mendapatkan penghasilan dengan menjadi pedagang kebutuhan barang bagiu wisatawan,” ujar Hadi Moechtar di Balaikota, Jum’at (3/7).
“Pemkot Yogyakarta juga harus menambah atau memperbaiki dan mengembangkan sarana-prasaran pariwisata yang ada disekitar Kraton,” tambah Hadi Moechtar.
Untuk sektor pariwisata, Pemkot Yogyakarta berusaha mendapatkan pendapatan dari sektor pajak penghasilan yang diambil dari pengusaha hotel dan restoran yang ada di Kota Yogyakarta sebagai tempat berkumpulnya para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Target pendapatan kita dari pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen untuk hotel serta restoran yang ada di Kota Yogyakarta mencapai Rp 35 miliar,” kata Hadi Moechtar.
Sementara itu dari data yang diperoleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Yogyakarta, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta hingga Mei lalu mencapai 712.470 wisatawan.
“Di harapkan selesai semester pertama tahun ini jumlahnya bisa naik menjadi 900.000 wisatawan,” harap Hadi Moechtar. (The Real Jogja/joe)









