Gerakan Mahasiswa Diploma Universitas Gadjahmada (GARDA) hari ini melakukan unjuk rasa menentang pembukaan sekolah Advokasi UGM yang disinyalir menjadi alasan utama untuk menutup program swadaya (ekstensi).
Puluhan mahasiswa Diploma UGM yang melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi DIY itu menyayangkan kebijakan pihak UGM yang membuka sekolah vokasi karena sekolah tersebut dapat menegasikan kebijakan pendidikan jalur diploma di beberapa fakultas yang pada awalnya memungkinkan mereka masuk dan melanjutkan pendidikan S-1 UGM.
Menurut Koordinator GARDA, Asep Mulyana, mahasiswa program diploma sudah berkali-kali melakukan negosiasi dengan dekanat atau rektorat termasuk dengan memberikan solusi tentang konsep alih jalur, tapi sampai saat ini belum ada kepastian mengenai nasiab mahasiswa diploma.
“Dulu saja sewaktu pendaftaran masuk diploma banyak ucapan-ucapan yang meyakinkan calon mahasiswa program diploma dari pihak pengelola program bahwa mahasiswa program diploma dapat melanjutkan pendidikan swadaya/ekstensi UGM,” kata Asep.
Asep Mulyana menambahkan dengan menutup program swadaya dan membuka program vokasi dengan tidak mempertimbangkan nasib mahasiswa program diploma yang sudah kuliah beberapa tahun lamanya adalah pencideraan terhadap semangat konstitusi yaitu mandat UUD 1945 pasal 28 C ayat (1) serta pasal 31 ayat (1)
Dalam unjuk rasanya kali ini GARDA menyampaikan beberapa tuntutan antara lain:
1. Menolak dengan tegas status vokasi yang diterapkan pada mahasiswa diploma yang masih aktif karena menyebabkan mahasiswa diploma ditransfer ke program vokasi yang sangat berbeda sehingga mahasiswa diploma tidak lebih hanya sebagai kelinci percobaan terhadap kebijakan yang belum matang.
2. Menolak diterapkannya ijazah sekolah vokasi untuk mahasiswa diploma yang masih aktif.
3. Mahasiswa program Diploma UGM menuntut adanya penundaan penutupan program swadaya /ekstensi UGM sampai tahun 2012 atau sampai batas wajar kelulusan mahasiswa diploma angkatan 2008. (The Real Jogja/joe)










[...] Mahasiswa Diploma se-UGM tolak sekolah advokasi | Jogja News [...]