art

KPU bersedia dialog dengan Parpol terkait DPT Pilpres aneh

Dimuat Editor Jul 3rd, 2009 dalam Kategori Jogja, SOSIAL POLITIK. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

KPU Kota Yogyakarta bersedia melakukan dialog terbuka dengan tim kampanye Capres-CawapresTerkait dengan ditemukannya beberapa DPT Pilpres yang dianggap aneh oleh tim kampanye Capres Mega-Pro di beberapa kecamatan di Kota Yogyakarta.
Hal tersebut dikatakan Ketua Divisi Humas dan Pendataan Pemilih KPU Kota Yogyakarta Titok Haryanto kepada wartawan di Kantor KPU, Jum’at (3/7).
Dikatakan Titok, pihak KPU tidak menutup mata atau menutup-nutupi DPT Pilpres yang telah ada saat ini karena sebelumnya pun KPU sudah menyampaikan DPT Pilpres kepada partai politik pendukung Capres-Cawapres yang ada di Kota Yogyakarta. Namun terkait dengan adanya temua DPT aneh oleh salah satu tim kampanye Capres-Cawapres hingga saat ini KPU Kota Yogyakarta belum menerima surat pengaduan dari tim kampanye Capres-Cawapres manapun.
“Kita belum mendapatkan surat aduan dari tim kampanye manapun terkait DPT bermasalah. KPU terbuka untuk berkomunikasi. Kalau ada pengaduan maka akan dijelaskan secara kronologis dan bersama-sama memperbaiki,” jelas Titok.
Titok menambahkan terkait 10 orang yang mempunyai alamat sama yang berada di daerah Suryodiningratan Kecamatan Mantrijeron, pihak PPS setempat sudah melakukan survei ke lokasi rumah yang bersangkutan dan ternyata didapatkan bukti bahwa di rumah tersebut memang menjadi tempat tinggal bersama.
“Mungkin saja sudah dipindahkan ke ahli warisnya sehingga di lokasi tersebut walaupun 1 alamat namun diisi oleh beberapa rumah,” ungkap Titok.
Sementara mengenai Nomor Induk Kependudukan yang tidak standar atau kurang dari 16 digit, Titok menerangkan saat ini antara daerah 1 dengan daerah lain tidak mempunyai standar NIK yang sama sehingga bisa jadi NIK milih calon pemilih tersebut bukan NIK Kota Yogyakarta.
KPU Kota Yogyakarta sendiri telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi persoalan DPT Pilpres. Langkah itu antara lain apabila ada pemilih ganda maka PPS akan memberikan 1 saja kartu untuk memilih. Sementara untuk pemilih yang belum memenuhi syarat memilih misalnya masih di bawah umur 17 tahun maka oleh PPS tidak akan diberi kartu. (The Real Jogja/joe)

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau