
Pelaksanaan Pilpres kurang 7 hari lagi namun ajakan untuk Golput melalui spanduk telah muncul di Kota Yogyakarta. Spanduk Golput tersebut terpasang tanpa ijin di beberapa jalan protokol di Kota Yogyakarta. Karena dianggap mengganggu, spanduk provokasi tersebut akhirnya dicopot oleh aparat berwenang.
Spanduk provokasi yang di pasang di Jalan Raya Kusumanegara dan Jalan Sultan Agung Jogjakarta berbunyi “Golput 70% di Pilpres 2009 maka Pilpres Batal Demi Hukum dan Demokrasi. Bentuk Presidium Nasional”.
Kelompok Persaudaraan Golongan Putih Indonesia yang kemunculannya diprakrasai Sri Bintang Pamungkas, diduga berada di balik pemasangan ajakan golput tersebut karena kelompok tersebut juga tertulis di spanduk.
Foto Sri Bintang Pamungkas yang menjadi Presiden Persaudaraan Golongan Putih berada di sebelah kanan spanduk ajakan Golput yang dipasang di pertigaan jalan Kusumanegara tersebut. Sementara itu foto ada juga foto Muhammad Dadang Iskandar yang menjadi Sekretaris Persaudaran Golongan Putih.
Dua foto serupa juga ada di spanduk ajakan Golput yang berada di Jalan Sultan Agung dengan tulisan “Hidup Golput. Golput Menang di Pileg dan Pilpres 2009”.
Menanggapi pemasangan spanduk ajakan Golput tersebut, Ketua Panwaslu DIY Agus Triyanto mengatakan pemasangan spanduk liar yang mengajak Golput tersebut tidak bisa dipidanakan karena tidak ada ajakan utnuk menjadi Golput secara langsung.
“Namun karena spanduk tersebut tidak berizin seperti spanduk resmi yang dipasarg di jalan raya, maka Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta mempunyai hak menurunkan spanduk tak berizin tersebut,“ kata Agus Triyanto.
Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas saat dihubungi hari ini(1/7) terkait pemasangan spanduk ajakan Golput dengan foto dan namanya yang terpajang dalam spanduk tersebut mengakui pemasangan spanduk ajakan Golput dilakukan oleh aktivis persaudaraan Golongan Putih Indonesia yang berada di Jogjakarta.
Menurut Bintang, pemasangan spanduk Golput tersebut juga dilakukan di daerah lain tidak hanya di Yogyakarta, yakni di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Saya sudah meminta kepada teman-teman agar memberitahu ke pihak kepolisian terkait pemasangan spanduk ajakan Golput tersebut,” ujar Sri Bintang saat dihubungi wartawan melalaui telepon genggamnya.
Sri Bintang menandaskan, bila dalam Pilpres nanti angka Golput lebih banyak daripada angka yang memilih, maka siapapun pasangan yang memenangkan Pilpres dinyatakan kalah dan harus mengundurkan diri. (The Real Jogja/joe)
Foto: Spanduk Golput yang terpajang di sejumlah ruas jalan di Jogja. (Iwn/The Real Jogja)











