Peringatan peristiwa bersejarah Yogya Kembali 69 tahun lalu, dilakukan Pemkot Yogyakarta dengan upacara penghormatan jasa para pahlawan yang telah membesarkan nama Yogyakarta.
Upacara dilakukan di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 Yogyakarta. Upacara selain dihadiri puluhan pejuang saksi sejarah Yogya Kembali yang antara lain berasal dari Paguyuban Wehrekreis III Yogyakarta, juga dihadiri putra/putri veteran/Oaskibra Kota Yogyakarta dan mahasiswa maritim Yogyakarta, serta Walikota Yogyakarta Herry Zudianto.
Setelah rangkaian upacara selesai, peserta melakukan napak tilas melihat tanda (tetenger) dari peristiwa penarikan tentara Belanda setelah terjadi pertempuran 6 jam dengan TNI di Yogyakarta pada 24 – 29 Juni 1949.
Tetenger tersebut dibuat di dalam sebuah bongkaha batu besar dengan tulisan “dengan jaminan tidak ada letusan senjata, Sri Sultan Hamengkubuwono IX memutuskan di sinilah garis batas penarikan tentara Belanda dari Yogyakarta sebagai ibu kota Republik Indonesia, tada tanggal 29 Juni 1949”.
Seusai melihat langsung tetenger tersebut, Herry Zudianto mengatakan Pemkot akan menata kembali tetenger yang ada agar bisa dilihat dan dinikmati seluruh warga. “Tetenger itu adalah bukti penghargaan kepada para pejuang yang telah berjasa khususnya mengembalikan Yogyakarta ketangan RI,” kata Herry Zudianto. (The Real Jogja/joe)










[...] Foto-foto: Pemkot Yogyakarta Berita selengkapnya bisa dilihat di sini. [...]