Polemik limbah dari Inna Garuda ke Kali Code selesai

June 29th, 2009 | 18:25

Polemik pembuangan limbah ke Sungai Code yang dilakukan Pengelola Hotel Inna Garuda yang dikeluhkan warga sekitar Kali Code selama beberapa bulan terakhir akhirnya selesai. Kesediaan pengelola Inna Garuda untuk menghentikan pencucian (back wash) atau sterilisasi air dari sumur dalam sementara waktu cukup melegakan warga sekitar Kali Code.
Penyelesaian persoalan limbah Kali Code ini diperoleh setelah dilakukan pertemuan antara pihak managemen Hotel Inna Garuda dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait persoalan limbah di Kali Code antara lain Badan Lingkungan Hidup, Dinas Permukiman Prasarana Wilayah (Kimpraswil), pihak Kecamatan dan Kelurahan serta wakil warga.
Resident Manager Hotel Inna Garuda, Didik Sudarsono, mengatakan pihaknya sepakat untuk mengalirkan limbah hotel ke Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) terpadu di Sewon Bantul yang dikhususkan untuk pembuangan limbah bagi perusahaan swasta selamai ini.
Selama proses pembuatan aliran ini, pihaknya menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memenuhi kebutuhan.
“Kami sudah ambil ijin ke Kimpraswil untuk pengurusan penyambungan ke IPAL Terpadu di Sewon dan akan selesai secepatnya, kami juga akan mengalihkan back wash ke sumur resapan sedalam 18 meter yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan,” tutur Didik.
Didik mengakui selama ini pihaknya menggunakan back wash untuk melakukan sterilisasi air dari sumur dalam yang kotor untuk penjernihan. Sedangkan limbah yang ada adalah lumpur hasil sterilisasi air tersebut.
Terkait dengan persoalan pembuangan limbah bagi perusahaan swasta, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto melalui Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Hadi Prabowo meminta untuk dilakukan prioritas pembuatan sambungan aliran dari limbah ke IPAL terpadu di Sewon.
Hadi menerangkan dari hasil uji sampel yang dilakukan oleh BLH beberapa waktu lalu disimpulkan limbah berasal dari sumur dalam yang dilakukan sterilisasi seminggu sekali. sementara warna kuning limbah cair yang mengalir di Kali Code yang menjadi keresahan warga terjadi karena tidak ada proses pengolahan terlebih dahulu limbah sterilisasi dalam IPAL. Akibatnya limbah langsung dialirkan ke sungai.
“Setelah ini BLH akan melakukan monitoring secara rutin ke Hotel Inna Garuda. Jadi apabila masyarakat memiliki keluhan langsung disampaikan ke BLH saja,” tuturnya.
Hasil penelitian Dinas Kimpraswil menunjukkan buangan limbah hotel pada outlet pertama dinyatakan dalam kondisi baik, namun pada outlet ke dua yang mengalir ke sungai kondisinya kurang begitu baik. Besar dugaan pada outlet kedua ini telah dimasuki limbah lain di sekitarnya. Dinas Kimpraswil menyarankan pihak Hotel Inna Garuda membuat saluran sendiri supaya tidak bercampur dengan limbah pemukiman sekitar. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 432 views
Tags : , , ,

Leave a Reply