Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta Senin (29/6) melakukan jumpa pers mengeai situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban di Provinsi DIY selama 1 semester tahun 2009 ini. Kesimpulan utama adalah bahwa sementara kasus unjuk rasa menurun, kasus pencurian dengan kekerasan naik tajam.
Kapolda DIY Brigjen Pol Drs Sunaryono mengatakan secara umum bidang keamanan dan ketertiban di wilayah DIY yang mencakup kejahatan konvensional, transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara masih kondusif.
“Meski masih ada beberapa persoalan yang dalam proses penanganan, secara umum kondisi Kamtibmas di wilayah DIY terkendali dan aman,” kata Kapolda.
Dengan mendasarkan data kasus Kamtibmas yang tercatat di Polda DIY selama 1 semester awal tahun 2009 ini, gangguan Kamtibmas di Kabupaten Sleman paling tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di DIY. Hal ini terjadi karena peningkatan gangguan Kamtibmas di Sleman selama 1 semester lebih besar daripada tahun lalu. Tercatat jumlah gangguan Kamtibmas Sleman mencapai 824 kasus atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 795 kasus.
Berbeda dengan Sleman, Kabupaten Bantul mengalami penurunan kasus Kamtibmas dari 357 kasus tahun lalu menjadi 298 kasus. Kulonprogo dari 176 kasus turun menjadi 168 kasus. Gunungkidul turun dari 150 kasus menjadi 120 kasus. Sedangkan Kota Ygjakarta tercatat sebanyak 1.124 kasus atau sama dengan tahun 2008.
Data juga menyebutkan gangguan Kamtibmas yang paling banyak terjadi adalah pencurian dengan pemberatan (curat) yaitu dari 416 kasus pada 2008 naik menjadi 419 kasus pada 2009. Kemudian pencurian dengan kekerasan (Curas) naik tajam dari 75 kasus pada 2008 menjadi 114 kasus pada 2009 atau meningkat sekitar 52 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk kejadian kebakaran, ada peningkatan 10 persen dengan jumlah kejadian kebakaran 35 kasus sementara tahun 2008 lalu tercatat 25 kejadian. Kasus pemerkosaan turun dari 17 kasus menjadi 6 kasus, penganiayaan berat dari 27 kasus menjadi 18 kasus, pembunuhan dari 11 kasus menjadi empat kasus.
Kasus lain seperti pembobolan ATM, Kapolda menyebutkan terjadi kenaikan kasus pembobolan ATM dari 2 kasus tahun 2008 naik menjadi 10 kasus. Korupsi dari 1 kasus naik menjadi 5 kasus. Sementara tindak premanisme mengalami penurunan dari 357 kasus menjadi 342 kasus. Sedangkan untuk aksi unjuk rasa terjadi penurunan drastis dari 235 aksi menjadi 66 kali. Selain itu perusakan turun dari 28 kasus menjadi 10 kasus. (The Real Jogja/joe)









