Tingkat kebocoran air bersih yang terjadi di saluran air bersih milik PDAM Gunung Kidul belum mencapai angka ideal. Hal tersebut diakui Direktur Teknik Perusahaan Air Minum (PDAM) Gunungkidul Supriyono Yahya.
Angka ideal kebocoran air bersih yang terjadi idealnya hanya 20 persen namun yang terjadi saat ini angka kebocoran air bersih di PDAM Gunungkidul mencapai 24 persen. Secara nasional standard angka kebocoran air bersih adalah 20%.
“Memang mesti diakui sekarang ini kebocorannya masih 24%. Tetapi bila melihat perkembangan dua tahun terakhir ini, angka 24% itu cukup bagus mengingat dua tahun sebelumnya kebocoran mencapai 47%,” ujar Supriyono.
Menurut Supriyono, dapat diturunkannya angka kebocoran selama dua tahun terakhir ini lebih disebabkan pada pembenahan teknis perbaikan saluran air. Kerusakan yang terjadi saat ini belum sepenuhnya bisa diperbaiki terutama pada semua pipa sambungan air.
Terkait rencana kenaikan tarif air bersih PDAM,Supriyono mengatakan tidak akan ada perbedaan tarif yang akan di masa mendatang. Dalam artian, pelanggan PDAM di seluruh wilayah Gunungkidul akan mendapatkan tarif yang sama walaupun lokasi tempat tinggalnya berbeda.
“Kalau nanti dibedakan justru akan membingungkan. Selain itu, PDAM di daerah lain juga tidak ada pembedaan tarif. Karena itu, kami [PDAM Gunungkidul] tidak akan membedakan tarif langganan,” ujarnya.
Supriyono berharap kenaikan tarif itu bisa direalisasikan tahun ini agar kerugian yang sekarang ini ditanggung PDAM bisa secepatnya terkurangi. (The Real Jogja/joe)









