Peternak sapi perah resahkan penurunan pajak impor susu

June 19th, 2009 | 19:53

Penurunan pajak impor susu sebesar 0-5% oleh pemerintah meresahkan peternak sapi perah di Kabupaten Sleman. Mereka takut jika penurunan pajak impor susu tersebut berakibat perusahaan minuman bersusu lebih banyak menggunakan susu impor dibandingkan susu milik peternak sapi lokal.

Hal tersebut dikatakan Ketua Unit Peternak dan Pemerahan (UPP) sapi Kaliurang Sarijani dalam acara penyerahana kandang sapi percontohan bantuan PT Sari Husada hari ini (19/6) di Ngilithikan Sleman.

“Penurunan pajak impor susu sebesar 5 persen sudah menakutkan peternak namun mudah-mudahan hal tersebut juga memberikan tantangan bagi peternak untuk bersaing dengan susu impor,” ujar Sarijani.

Sarijani sangat berharap serta menghimbau semua pihak terutama koperasi membantu peternak sapi perah agar lebih berkembang terutama dalam memperbaiki susu sapi agar lebih berkualitas.

Diterangkan Sarijani, bersama-sama Sari Husada dan koperasi, kelompok peternak sapi perah bisa memenuhi syarat-syarat susu berkualitas seperti keinginan pabrik sehingga mestinya peternak tidak hanya menuntut kenaikan harga susu yang harus naik dengan cara menjaga higienitas dan kualitas susu sehingga layak di konsumsi masyarakat luar.

Sarijani mengakui saat ini daya saing kualitas susu peternak sapi lokal masih tertinggal dibandingkan susu impor karena peternak masih memelihara sapi perah secara tradisional dan belum optimal menjaga kebersihan kandang.

Selain itu peternak sapi perah belum bisa memenuhi permintaan susu PT Sari Husada sebesar 40.000 liter per hari. Peternak yang ditarget bisa memasok susu sebesar 15.000 liter susu per 3 hari hanya bisa memenuhi 6.500 liter susu saja.

Sementara itu Presiden Direktur PT Sari Husada Budi Isman mengatakan dibutuhkan kepedulian bersama dan kerjasama antara koperasi, dunia usaha, koperasi serta pemerintah melalui peningkatan program peningkatan susu berkualitas yang dihasilkan peternak.

Budi mengakui peternak sapi perah masih sangat tradisional dalam mengelola ternak sapi mereka. “Peternak sapi di Indonesia masih menghadapi kendala usaha misalnya pemeliharaan ternak yang masih tradisional karena berdekatan dengan pemukiman,” ujar Budi.

Budi Isman menerangkan program pembinaan kepada peternak sapi harus dilakukan terintegrasi dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan serta juga memberikan bantuan berupa alat-alat yang memenuhi standard peternak sapi perah yang baik seperti milk can, coppers, lacto scan, dll.

PT Sari Husada dalam kesempatan pemberian bantuan kepada peternak sapi perah anggota UPP Kaliurang hari ini selain memberikan bantuan berupa tiga sapi percontohan untuk 3 koperasi yaitu koperasi Warga Mulya, Sarono Makmur dan UPP Kaliurang juga memberikan bantuan 100 unit milk can, 10 unit komputer kepada 10 koperasi sapi perah di wilayah DIY-Jateng.

Di samping itu PT Sari Husada juga menjalankan proyek pembuatan pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sapi perah. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 1,549 views
Tags : , , , ,

Leave a Reply