Bantul akan stop mal dan Toserba

June 17th, 2009 | 20:52

Sama dengan Kota Yogyakarta, Pemkab Bantul juga akan menerapkan kebijakan tidak lagi menambah jumlah Toserba Waralaba di Kabupaten Bantul. Pemkab juga tidak akan membolehkan bangunan mal dan hypermarket berdiri di wilayah Bantul.
“Kebijakan ini akan kami jadikan menjadi Perda. Sebelum masa tugas saya berakhir pada Juli 2010, Perda itu sudah akan ditetapkan,” tegas Idham.
Menurut Idham Samawi, ritel modern yang banyak bermunculan saat ini sangat merugikan para pedagang pasar dan pemilik toko-toko tradisional. Kebanyakan masyarakat lebih memilih berbelanja di Toserba karena kondisi lingkungannya lebih bersih dan nyaman. Usaha toko modern seperti itu mempunyai jaringan luas di seluruh Indonesia sehingga harga yang ditawarkan pun lebih bersaing dibandingkan pasar dan toko tradisional.
Idham menerangkan, berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) 2007, pertumbuhan usaha toko jejaring di Indonesia mencapai 37% namun pasar tradisional mengalami minus 8%. Saat ini di Bantul terdapat 29 pasar tradisional tingkat kabupaten dan 27 pasar tradisional tingkat desa serta 1 pasar kuliner tingkat Kabupaten. Jika jumlah pedagang satu pasar 1.000 orang maka total penjual yang menggantungkan hidup dari pasar tradisional sebanyak 56.000-57.000 ribu orang. Belum lagi jumlah keluarga masing-masing pedagang.
“Jika Toserba Waralaba itu dibiarkan maka pasar tradisional akan habis. Bagaimana nasib para pedagang pasar? Dibutuhkan kebijakan pemerintah untuk melawan pasar bebas,” ujar Idham.
Sementara itu Walikota Yogyakarta Herry Zudianto mengatakan dirinya telah melakukan kesepakatan dengan Bupati Bantul untuk memperbaiki kondisi pasar-pasar tradisional. Perbaikan tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat pengunjung pasar tradisional. Kedua kepala pemerintahan itu juga akan membangun bangunan pasar tradisional menggunakan APBD tanpa menggandeng pihak swasta. Dana pembangunannya dijadikan investasi untuk menggulirkan ekonomi rakyat.
“Kita tidak berpikir modal membangun harus kembali. Yang terpenting adalah pasar tradisional mampu membiayai sendiri dana operasional dan pengembanganya ke depan,” ujar Herry Zudianto. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 403 views
Tags : , ,

One Response to “Bantul akan stop mal dan Toserba”

  1. ka_ka says:

    maju terus kebijakan pro rakyat di Bantul, semoga tidak hanya berhenti pada wacana saja,
    stop toserba waralaba dan mall harus benar-benar direalisasikan meskipun bupatinya diganti,
    jangan sampai ganti bupati, mall dan toserba bisa melenggang dengan enaknya di Bantul,

Leave a Reply