Pemkot Yogyakarta akan memprioritaskan pewujudan pendidikan berkualitas, pembangunan sarana dan prasarana berkualitas serta pelaksanaan reformasi birokrasi dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Selain itu Pemkot juga berusaha mencegah korupsi, nepotisme dalam mewujudkan pemerintah yang bersih serta penanggulangan kemiskinan dan pengangguran,” Kata Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dalam sidang paripurna DPRD Kota Yogyakarta dalam Pengantar Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan DPRD Kota Yogyakarta dalam Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD tahun anggaran 2009.
Lebih lanjut, Herry menerangkan asumsi pendapatan daerah pada APBD TA 2009 mengalami kenaikan yang disebabkan adanya penambahan pendapatan pada pendapatan asli daerah dan dana perimbangan. Pada APBD TA 2009 pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp. 703.966.546.530 berubah menjadi Rp. 719.868.652.054.-
Pada APBD Perubahan TA 2009 ini direncanakan ada kenaikan belanja daerah sebesar R.28.857.297.679 yang rencananya akan digunakan untuk membiayai belanja tidak langsung sebesar Rp.6. 257.176.383 dan belanja langsung sebesar Rp. 22.600.121.296.
“Sementara dengan pengeluaran pembiayaan kami merencanakan membentuk dana cadangan sebesar Rp.5.000.000.000 untuk mengantisipasi kebutuhan dana dalam rangka pengambilalihan Terminal Penumpang Tipe A Yogyakarta yang besarnya nilai pengambilalihan saat ini masih dalam proses perhitungan oleh tim appraisal independent,” kata Herry Zudianto.
(The Real Jogja/Joe)









