KPU Gunungkidul bahas tahapan kampanye Pilpres
June 1st, 2009 | 17:27
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin, menggelar rapat koordinasi membahas tahapan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.
“Rapat koordinasi ini merupakan langkah awal menghadapi tahapan kampanye pilpres sehingga seluruh instansi terkait dapat mempersiapkannya demi kelancaran pelaksanaan pilpres 8 Juli 2009,” kata anggota KPU Gunungkidul, Mohammad Zaenuri Ikhsan.
Menurut Ikhsan, semua pihak harus benar-benar mempersiapkan diri menghadapi tahapan kampanye pilpres karena perlu ada kesepakatan bersama mengatur lokasi yang dibolehkan atau dilarang dalam kampanye termasuk pemasangan atributnya.
Dalam rapat koordinasi yang juga dihadiri pejabat pemerintah daerah dan jajaran Polres Gunungkidul itu juga dibahas kampanye rapat terbuka serta konvoi kendaraan yang dikhawatirkan mengganggu arus lalu lintas.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas KPU Gunungkidul, Wastono mengatakan hingga saat ini KPU Gunungkidul belum menerima jadwal pelaksanaan kampanye pilpres.
Jadwal tersebut akan diberikan KPU pusat, KPU di daerah hanya tinggal menerima, namun hingga kini KPU Gunungkidul belum menerima jadwal pelaksanaan kampanye yang rencananya akan digelar pada 12 Juni hingga 4 juli mendatang.
“Namun persiapan telah dilakukan anggota KPU Gunungkidul dan seluruh jajaran pemerintah daerah, sehingga ketika jadwal tersebut sudah diterima, tinggal melaksanakan tanpa harus menggelar rapat koordinasi lagi,” katanya.
Ia mengatakan, KPU Gunungkidul belum menerima daftar tim sukses masing-masing capres yang akan berkampanye di Gunungkidul.
“Berdasarkan peraturan, parpol pengusung capres dan cawapres wajib menyerahkan daftar tim sukses yang akan berkampanye di daerah paling lambat sehari sebelum digelar rapat umum terbuka,” katanya.
Menyinggung jumlah pemilih di Gunungkidul, ia mengatakan jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 585.180 orang yang terdiri atas laki-laki 284.301 orang dan perempuan 300.879 orang.
“Jumlah tersebut bertambah 4.920 orang dibandingkan DPT pemilu legislatif lalu sebanyak 480.260 orang,” katanya.
Ia mengatakan, meski terjadi penambahan jumlah pemilih, KPU Gunungkidul tidak akan menambah tempat pemungutan suara (TPU) karena jumlah TPS yang ada sekarang masih memadai.
“Hanya akan ada penambahan satu TPS khusus, yaitu TPS di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wonosari, Gunungkidul. Ini sesuai dengan peraturan yang ada, karena pemilih di LP tersebut sebanyak 132 orang,” katanya.(Mitra JogjaNews.Com)
Share on Facebook
Tweet
Category : BERITA JOGJA | 433 views
Tags : Gunungkidul, pemilu, pilpres, Wonosari











