TIDAK ADA BUKTI H1N1 DARI BABI
May 31st, 2009 | 02:30
Jogja News
Tidak ada bukti virus H1N1 (swine flu) yang berawal di Meksiko berasal dari hewan babi, dan pada saat muncul juga tidak diawali dengan wabah flu pada babi.
“Karena tidak ada bukti itu, maka badan kesehatan dunia (WHO) mengganti istilah flu babi yang sudah terlanjur diberikan pada wabah penyakit yang berawal dari Meksiko tersebut dengan sebutan flu baru yaitu H1N1,” kata pengajar di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof drh Widya Asmara, SU Ph.D, di Sleman, Sabtu.
Menurut dia, sampai saat ini di Indonesia belum ditemukan kasus flu baru, H1N1 ini yang dinyatakan terinfeksi positif.
“Sebenarnya virus H1N1 dan juga H3N1 merupakan kasus flu yang klasik pada babi yang sudah ada sejak dulu, dan dikenal dengan istilah flu babi klasik. Meski banyak babi yang terinfeksi flu babi klasik ini, namun sedikit berakibat kematian pada babi,” katanya.
Ia mengatakan untuk mencegah dan mengantisipasi flu baru H1N1 agar tidak masuk ke Indonesia, ada beberapa langkah pencegahannya seperti tidak mengizinkan babi dari negara/daerah tertular untuk boleh masuk, pemeriksaan kesehatan bagi orang-orang yang baru bepergian di daerah tertular di bandara udara/pelabuhan laut, serta pengawasan secara ketat.
“Selain itu juga melalui sosialisasi untuk menyampaikan informasi secara benar, melakukan biosecurity pada kandang, selalu waspada, namun tidak perlu panik, dan meningkatkan kesadaran serta kesiapan menghadapi flu baru H1N1,” katanya.
Sementara itu, anggota Tim Flu H1N1 Rumah Sakit dr Sardjito Yogyakarta, dr Amalia Setyati, SpA mengatakan flu baru H1N1 banyak terjadi di Meksiko karena negara tersebut penduduknya padat dan banyak yang tinggal di daerah ‘slum’ atau kumuh.
“Nutrisi penduduk dapat dikatakan jelek, sehingga menyebabkan daya tahan tubuh menjadi rendah, dan tingkat kematiannya tinggi,” katanya (Mitra JogjaNews.Com)
Share on Facebook
Tweet
Category : BERITA JOGJA, HEADLINE | 159 views
Tags : babi, flu babi, Jogja, meksiko










