DI SLEMAN ADA 300 PENDERITA DEMAM BERDARAH

May 31st, 2009 | 02:30

sleman_fc6121Jogja News

Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2009 hingga Mei sebanyak 300 orang, tiga di antaranya meninggal dunia.
“Sementara itu, berdasarkan data 2008 jumlah penderita penyakit ini di Kabupaten Sleman sebanyak 621 orang, atau menurun 17,75 persen dibanding 2007 sebanyak 755 penderita,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman drg Intriati Yudatiningsih, M.Kes di Sleman, Sabtu.
Ia menyebutkan pada 2008 penderita DBD di Sleman yang meninggal dunia lima orang, sedangkan pada 2007 yang meninggal dunia delapan orang.
Menurut dia, melihat kecenderungan kasus DBD di Sleman sampai pertengahan Mei ini menunjukkan sedikit peningkatan, maka harus segera diantisipasi.
“Melihat tren ini, harus ada upaya atau langkah-langkah antisipasi serta penanggulangan agar tidak meningkat kasusnya,” katanya.
Ia mengatakan upaya antisipasi dan penanggulangan itu merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat serta elemen terkait lainnya.
“Menyikapi masalah ini, maka penting untuk melakukan koordinasi dengan semua elemen yang terkait, termasuk terus menggalakkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggerakkan masyarakat sampai tingkat RT dalam kegiatan ’3M Plus’ secara rutin,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan prinsipnya upaya penanggulangan maupun antisipasi terhadap pencegahan DBD, aspek PHBS memainkan peran yang sangat penting.
“Oleh karena itu, kita harus tidak pernah bosan untuk menggencarkan PHBS di kalangan masyarakat. Setiap saat masyarakat harus selalu diingatkan untuk berperilaku sesuai dengan PHBS,” katanya.
Ia menambahkan, upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan memasang kasa pada ventilasi rumah, menyemprot dengan insektisida, menggunakan ‘repellent’, memasang obat anti nyamuk, memeriksa jentik secara berkala sesuai dengan kondisi setempat.
“Sarang nyamuk ada di mana-mana, tidak hanya di kaleng dan botol bekas, karena ternyata dari hasil pemantauan yang dilakukan secara rutin melalui gerakan pemantauan jentik berkala (GPJB), jentik juga terdapat pada tonggak bekas tebangan pohon bambu yang masih berada di rumpun pohon bambu,” katanya. (Mitra JogjaNews.Com)


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 469 views
Tags : , , ,

Leave a Reply