Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja, Jumat ini masih melakukan validasi hasil rekapitulasi daftar pemilih sementara (DPS) karena masih ada warga Kota Yogyakarta yang terdaftar di wilayah lain.
“Rekapitulasi pemilih dari PPK (panitia pemilihan kecamatan) sudah selesai pada Kamis (28/5) sekitar pukul 23:00 WIB, tetapi masih ada data yang harus dicermati karena ada penduduk kota yang juga terdaftar di kota lain,” kata Ketua KPU Kota Yogyakarta Nasrullah di Yogyakarta, Jumat.
Dia memperkirakan KPU Kota Yogyakarta baru dapat menyelesaikan validasi hasil rekapitulasi data pemilih tersebut pada Jumat sore ini.
“Kami berusaha menyelesaikannya sebelum KPU Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan pleno pada Jumat malam ini,” katanya.
Keterlambatan KPU menetapkan daftar pemilih tetap (DPT), kata Nasrullah, disebabkan banyaknya data penduduk ber-KTP Kota Yogyakarta yang terdaftar di kota lain, seperti Bantul, Kulonprogo, Magelang dan Temanggung.
“Kami harus mencermati data ‘by name’ tersebut dengan data yang sudah terkumpul dari PPK dan kemudian mencoretnya,” katanya.
Nasrullah menegaskan pihaknya akan mengutamakan akurasi data daripada harus menyerahkan data daftar pemilih yang tidak valid.
“Kami berusaha untuk mengurangi duplikasi pemilih di daftar pemilih sehingga memperoleh data pemilih yang lebih faktual,” katanya.
KPU Kota Yogyakarta juga telah menutup kesempatan bagi warga untuk mendaftar sebagai pemilih di Kota Yogyakarta.
Namun demikian, warga yang ingin memilih di Kota Yogyakarta masih bisa menggunakan hak pilihnya, asalkan sudah terdaftar di KPU kota asalnya dengan mengisi formulir A7.
Sementara itu, anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Yogyakarta Edy Karyana menyatakan bahwa KPU Kota Yogyakarta telah melakukan wan prestasi karena mengingkari janji tentang waktu penetapan DPT.
“Janji awalnya adalah pada 28 Mei, tetapi sampai sekarang belum ditetapkan. Tetapi kami juga tidak bisa berbuat apa-apa karena merekalah yang membuat aturan,” katanya.
Ia juga mengkhawatirkan permasalahan DPT baru akan muncul saat pemilu presiden berlangsung pada 8 Juli 2009. (Mitra JogjaNews.Com)









