Gedung Rehabilitasi Penca pasca gempa Bantul diresmikan

May 28th, 2009 | 16:40

logo-bantulJogjaNews.Com

Gedung Pusat Rehabilitasi Penyandang Cacat Terpadu Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu diresmikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) DIY Paku Alam IX, bertepatan dengan acara doa bersama mengenang tiga tahun peristiwa gempa yang melanda sebagian wilayah DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Paku Alam IX menyatakan bahwa peristiwa gempa bumi di DIY tiga tahun lalu atau tepatnya Sabtu,27 Mei 2006 pukul 5:55 WIB menjadi memori yang tetap terbangun dalam ingatan, agar kelak dapat disampaikan turun temurun kepada anak cucu sebagai pengalaman berharga yang dapat diambil hikmahnya.
“Memang memori perlu tetap dibangun, namun musibah itu bukan untuk terus diratapi tetapi yang penting dapat menjadi catatan sejarah hidup bahwa di wilayah ini pernah terjadi musibah besar yang meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan serta perekonomian masyarakat Bantul dan sekitarnya,”kata Sultan HB X.
Menurut Gubernur DIY, suatu realita dengan modal sosial ditunjang kearifan lokal berupa semangat untuk bangkit kembali, dalam waktu yang relatif singkat, masyarakat Bantul dapat segera bangkit, menata kembali kehidupan dan penghidupan baru, bahkan lebih baik daripada kemarin.
Setelah tiga tahun musibah gempa berlalu masih terdapat 1.297 pasien yang memerlukan rehabilitasi medik, terdiri atas 13 pasien dari Kota Yogyakarta, 11 pasien dari Kabupaten Sleman, satu pasien dari Gunungkidul dan terbanyak dari Bantul sebanyak 1.271 pasien.
Sedangkan untuk pasien penderita cidera tulang belakang sejumlah 470 orang dan dari jumlah itu 443 orang penderita diantaranya merupakan warga Bantul.
Kerusakan akibat gempa terparah adalah wilayah Bantul dan korban terbanyak juga masyarakat Bantul, maka tetenger berupa Gedung Pusat Rehabilitasi Terpadu Penyandang Cacat Pasca Gempa Bumi dibangun di Desa Srihardono, Pundong, Bantul yang juga merupakan pusat gempa.
Hal ini juga sebagai salah satu upaya untuk terus mendorong dan menyemangati masyarakat korban gempa yang ada di wilayah ini, agar terus bersemangat menyambut hari esok yang penuh harapan.
“Saya berharap gedung pusat rehabilitasi terpadu ini dapat menjalankan fungsinya sebagai rumah rehabilitasi dan rumah transisi, selain juga bisa menjadi tempat untuk pelayanan medis, fisioterapi, pendampingan psikologis, spiritual maupun berbagai latihan ketrampilan,” katanya.
Pada kesempatan itu Bupati Bantul HM. Idham Samawi mengatakan gempa bumi yang berkekuatan 5,9 skala richter di DIY mengakibatkan jatuh korban 4.697 orang meninggal,10.775 orang luka berat, dan 8.062 orang luka ringan.
Sedangkan rumah rusak berat sebanyak 176.191 unit, rusak sedang 85.326 unit dan 168.827 unit rusak ringan. Bahkan sekarang masih menyisakan masalah serius dan memprihatinkan bagi 301 orang yang menderita cacat tetap.


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 566 views

One Response to “Gedung Rehabilitasi Penca pasca gempa Bantul diresmikan”

  1. dalu says:

    di pundong ada ortotis prostetisnya g???

Leave a Reply