Jogja Insight, sebuah kegairahan seniman Jogja

May 25th, 2009 | 12:59

i-nyoman-sukari

Sebuah kegairahan perupa asal Jogja dalam kancah pergulatan seni rupa, ditunjukkan dalam gagasan kreatif yang tertuang dalam sederetan lukisan yang diapresiasikan dalam pameran bertajuk Jogja Insight.

Realitas itu tersirat dalam karya I Nyoman Sukari berjudul Dialog, karya Seno Andrianto berjudul Si Cantik 2, karya Syarizal Pahlevi berjudul Ring Road Ring 1, karya Joko Sulistiono berjudul Sapi Perah, karya Herman Lekstiawan berjudul Konstruksi Individualis, dan karya Anis Ekowindu berjudul Do Not Put on Your Head.

Pameran bertajuk Jogja Insight yang diusung oleh Sozo Art Space Surabaya ini, menurut kompas.com, menghadirkan kurang lebih 20 lukisan karya sembilan seniman perupa yang bermukim di kota gudeg. Dari serangkaian lukisan yang dipamerkan hingga 31 Mei 2009 ini, apresian disuguhi dengan sentuhan karya seni dengan ide dan gagasan seniman yang terkadang sulit dimengerti oleh orang awam.

Pasalnya, sebagai kreator seni dengan ide dan gagasan kreatifnya, seniman perupa kerapkali pula dengan keliaran imaji-kreatifnya menjungkirbalikkan realitas obyek dalam sentuhan karyanya. Hal itu tersirat dalam lukisan berjudul Sapi Perah dan Every Day is Nice Day karya Joko Sulistionio dan lukisan berjudul Do Not Put on Your Head karya Anis Ekowindu.

Dalam lukisan Sapi Perah karya Joko Sulistiono, yang alumni ISI Yogyakarta, ini menghadirkan seekor sapi perah yang sebagian organ tubuhnya berupa mesin-mesin, sedangkan dalam lukisan Every Day is Nice Day, sang seniman perupa tersebut memainkan ide kreatifnya melalui seekor sapi yang tubuhnya berbalut bunga-bunga warna merah. Naifnya, monyong sapi itu diganti dengan sepotong wajah manusia sedang tertawa bahagia.

Sebaliknya dengan lukisan berjudul Do Not Put on Your Head yang dihadirkan oleh Anis Ekowindu, obyek pot bunga mawar berwarna merah yang ditaruh di atas kepala, tak ayal memberikan kesan lucu tatkala lukisan itu menyatu dalam kesatuan obyek seorang lelaki bertelanjang dada dengan ekspresi mata menatap ke atas pot bunga dengan diiring tawa dan canda.

Seniman perupa yang juga pengajar seni rupa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, Agus Koecink Soekamto, mengatakan bahwa


Share on Facebook

Category : HEADLINE, pameran | 766 views
Tags : , , ,

Leave a Reply