category » Festival

15 Mei-23 Juni, Festival Musim Semi Perancis 2013 IFI-LIP Jogja, Ini Seniman Perancis yang Akan Tampil

di baca : 764 kali | Date 3 May
15 Mei-23 Juni, Festival Musim Semi Perancis 2013 IFI-LIP Jogja, Ini Seniman Perancis yang Akan Tampil

Related Post :

" Caption: Poster Festival Musim Semi Perancis IFI-LIP Jogja.
"

Kontributor : Sabbatiansyah Aji

Jogjanews.com - Musim semi telah hadir! Mungkin seperti itulah keriaan yang dirasakan penduduk negara-negara di belahan bumi utara sana. Setiap orang bersuka cita menyambut hari-hari yang lebih hangat setelah musim dingin yang membekukan selama beberapa bulan.

 

Di Perancis, pertunjukan-pertunjukan seni digelar untuk menyambut musim semi. Demikian pula dengan IFI-LIP Yogyakarta yang akan menghadirkan Festival Musim Semi (Le Printemps Français pada 15 Mei hingga 23 Juni mendatang.

 

Memasuki tahun kesembilan penyelenggaraan, Le Printemps Français, festival seni budaya Prancis yang diadakan oleh institut Prancis di Indonesia (IFI), merambah ke 13 kota di Indonesia dengan  empat kota diantaranya baru pertama kali merayakannya, yaitu Kudus, Makassar, Malang dan Solo. Jogja sendiri tiap tahun merayakannya dengan meriah.

 

Kali ini Jogja mendapatkan kesempatan istimewa karena dari tujuh pertunjukan yang ada, Jogja berkesempatan kedatangan enam artis Perancis dari berbagai latar belakang seni, baik seni tari kontemporer, seni sirkus, seni musik klasik dan kontemporer.

 

Festival Musim Semi Perancis oleh IFI-LIP Yogyakarta akan bertempat di Taman Budaya Yogyakarta dan IFI-LIP Yogyakarta Jalan Sagan No. 3. Dan yang paling menarik adalah semua pertunjukan tersebut gratis!

 

Pertunjukan pertama yang hadir di Jogja adalah Quator Manfred, kuartet string yang sangat terkenal di Perancis. Mereka telah mendapatkan banyak penghargaan sejak terbentuknya pada tahun 1986. Mereka akan membawakan dua repertoir dari Ravel, komposer Boléro, dan Schubert pada tanggal 15 Mei di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta.

 

Setelah kuarter string Quator Manfred akan disambung dengan pertunjukan musik kontemporer beraliran jazz elektro, Limousine. Mereka akan tampil pada tanggal 24 Mei di Auditorium IFI-LIP. Mereka akan membawakan musik jazz-pop instrumental .

 

Setelah pertunjukan musik klasik dan kontemporer, warga Jogja akan disuguhi tarian kontemporer oleh Kubilaï Khan Investigation yang akan membawakan tarian yang menggambarkan keterdesakan, kehidupan instan kaum urban dalam sebuah pentas berjudul Tiger, Tiger Burning Bright di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, 1 Juni.

 

Sebuah pertunjukan olah tubuh dengan menggunakan barang-barang sederhana, seperti egrang dan bambu, akan dibawakan oleh Chabatz d’Entrar. Mereka akan berkolaborasi dengan seniman Indonesia. Untuk mempersiapkan pertunjukan yang berjudul Di Sini, Sekarang dan Di Sana! tersebut, mereka berlatih di Bandung selama 6 bulan dan akan menampilkan pentas mereka pada tanggal 13 Juni di Societet TBY.

 

Artis Prancis yang menggaet seniman lokal tidak hanya satu, Naïve New Beaters (NNBS) pun akan menggaet Jahanam –Rotra dan Laquenna dalam penampilan mereka di IFI-LIP, 20 Juni. Area seputaran IFI-LIP akan bersuasana festival di Prancis dengan panggung pertunjukan musik serta iringan musik pop-elektro dari NNBS.

 

Sebagai penampilan dan penutup gelaran Le Printemps Français Concert Hall TBY akan kedatangan ikon penari kontemporer Prancis tahun ‘80an, Jean-Claude Gallota. Gallota akan menampilkan masterpiece-nya yang berjudul Le Sacre du Printemps.

 

Jadi, siapkan waktumu untuk menikmati pertunjukan-pertunjukan yang menakjubkan serta musim semi layaknya di Perancis.

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code